Powered By Blogger

Bismillah

Puasa penuh rahmat

Cari Blog Ini

Entri Populer

Total Tayangan Halaman

Laman

Minggu, 18 September 2011

Hakikat Tauhid dan Fenomena Kemusyrikan

Ringkasan : Fitri lestari

Judul Buku : Hakikat Tauhid dan Fenomena Kemusyrikan

Penulis : Dr. Yusuf Qardhawy

Penerbit : Rabbani Press

Tempat terbit : Jakarta

Tahun : 2010

Halaman :1998

Bagian 1

Kedudukan Tauhid dalam Islam

A. Iman Kepada Allah swt Dasar Seluruh Aqidah

Beriman kepada Allah berarti beriman kepada dzat yang gaib, yang mahatinggi, berkehendak, mahakuasa, dan yang layak dipatuhi serta diibadahi.

Beriman kepada Allah swt mencakup:

1. Beriman kepada wujudullah

2. Beriman kepada keesaan-Nya dalam Rububiyah dan Uluhiyah-Nya.

Rosululah bersabda:

Iman adalah kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kemudian, dan beriman kepada Qodar, baik dan buruknya (HR Muslim).”

B. Tauhid, Esensi Islam

Aqidah tauhid merupakan inti seluruh aqidah Islam dan ruh eksistensi keislaman, yaitu beriman kepada dzat yang berhak disembah, pemilik tunggal hak penciptaan dan perintah, kepada-Nya tempat kembali, Dia-lah pencipta segala sesuatu, pengatur segala urusan , dia-lah satu-satunya yang berhak disembah, tidak boleh sama sekali ditentang , disyukuri, tidak boleh sama sekali dikufuri dan ditaati, tidak boleh sama sekali didurhakai.

Allah berfirman:

“dan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan yang berhak disemah selain Dia, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (QS Al-Baqarah: 163).”

C. Dalil-dalil Tentang Wahdaniyatullah

Berikut beberapa dalil tersebut.

1. Dalil Fitrah

Jika manusia dibiarkan mengikuti fitrah dan pembawaan penciptaannya, tanpa adanya campur tangan asing, atau indoktrinasi, pastilah ia mengarah kepada kekuatan Mahatinggi di atas kekuatan manusia dan alam semesta, ia akan memohon kepada-Nya saat suka dan duka, apalagi saat lehernya terbelenggu kesulitan, dirinya terhempas badai kesusahan, dan sudah putus harapan dari pertolongan manusia lain di sekitarnya, saat itulah ia akan menghadap Tuhannya, mencampakkan tuhan-tuhan palsu yang pernah disembahnya, baik tuhan-tuhan berupa manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, ataupun benda-benda lainnya.

Allah berfirman:

“Maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata.”

(QS Yunus: 22)”

2. Dalil Aqli

Akal juga membuktikan bahwa di balik alam semesta ini ada satu pembuat. Alam semesta yang sangat luas ini, dengan beraneka ragam makhluk yang ada di dalamnya, yang kecil dan yang besar, yang hidup dan yang mati, yang berbicara dan yang diam, yang berakal dan yang tidak berakal, yang di atas dan yang di bawah, semuanya diatur oleh satu tatanan. Ia berlaku pada atom (partikel terkecil) dan berlaku juga pada galaksi (benda makro yang sangat besar).

Firman Allah:

“Mahasuci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui (Yasin: 36)”

“Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan keduanya tunduk kepada-Nya, dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keseimbangan).” (QS Ar-Rahman: 5-7)

3. Dalil Naqli

Dalil yang bersumber dari wahyu (dalil sam’iyyah), yang disampaikan dari generasi ke generasi bersumber dari kitab-kitab Allah dan rasul-Nya kepada berbagai bangsa dengan segala perbedaan tempat dan zaman mereka yaitu berupa: a) seruan untuk beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan seruan untuk mengesakan perinadatan untuk Allah semata; b) pegingkaran para rasul kepada kaumnya yang menyekutukan Allah dengan sesuatu yang tidak memiliki kekuasaan apapun Al-Quran.

D. Tauhid, Inti Iman Kepada Allah

Tauhidullah (mengesakan Allah) adalah inti dari iman kepada-Nya. Tidak adanya tauhid yang benar akan mengakibatkan kekafiran, kemusyrikan, kotoran, kepalsuan, kezhaliman yang besar, dan kesesatan yang nyata. Oleh karena itu, seorang muslim harus mengetahui hakikat tauhid yang: a) diperintahkan Allah, b) Allah membangun agama-Nya di atas-Nya, c) Allah menurunkan kitab-Nya dengan menjadikannya sebagai muatan utama, d) Allah mengutus rasul-Nya dengan membawanya, e) Allah mengaitkan kebaikan dunia dan akhlak dengan realisasi dan pemurniannya, dan f) Allah menjadikan surga bagi yang memilikinya (tauhid) dan neraka bagi lawan dan musuh-musuhnya.

Beberapa Konsep Tauhid yang Sesat

a. Tauhid Filosof

Para pembela filsafat Aristoteles dan para pengikutnyayang menamakan diri ‘filosof Muslim’ mengatakan “Tauhid adalah menetapkan adanya wujud mutlak (absolute) yang terlepas dari dzat dan sifat”.

Dengan konsep seperti ini, tauhid mereka berujung pada:

1) pengingkaran Dzat Tuhan,

2) pengingkaran Tuhan sebagai Tuhan Pencipta da Pengatur alam,

3) pengingkaran terhadap ilmu dan pengetahuan Tuhan terhadap segala yang terjadi pada alam.

Kemudian mereka berpendapat bahwa:

1) Alam semesta bersifat qodim (tanpa pencipta)

2) Allah tidak membangkitkan manusia dari alam kubur

3) Kenabian dapat diperoleh dengan jerih payah manusiawi (bukan murni anugerah Allah) dan merupakan sejenis profesi

4) Allah tidak mengetahui segala sesuatupun dari alam semesta

5) Allah tidak mampu mengubah benda-benda alam dan tak mampu menembus atau membelahnya

6) Tidak ada halal, haram, perintah, larangan, surga, dan neraka. Itulah tauhid mereka!

b. Tauhid Wihdatul Wujud

Penyeru wihdatul wujud mengklaim bahwa hanya merekalah orang-orang yang bertauhid, selain mereka adalah orang-orang politheis (musyrik). Tauhid mereka adalah al-Haq (Allah) yang Mahasuci tidak lain adalah ciptaan-Nya, dan bahwasanya Allah swt tidak lain adalah wujud dari segala sesuatu yang ada, ia juga hakikat-Nya, jati diri-Nya, dan bahwasanya Dia adalah tanda segala sesuatu, dan pada segala sesuatu itu terdapat tanda yang menunjukkan bahwa tanda itu tidak lain adalah Dia.

c. Tauhid Mu’tazilah

Tauhid ini menanamkan diri sebagai Ahlut-Tauhid Wal’adl (pembela tauhid dan keadilan). Mereka menempatkan tauhid ini sebagai pokok pertama dari lima pokok ajaran.

Tauhid menurut mereka adalah:

1) Megingkari qadar (ketentuan Allah)

2) Mengingkari bahwa kehendak (masyi-ah) Allah bersifat umumdan mencakup seluruh alam semesta

3) Mengingkari bahwa kekuasaan (qudrah) Allah mencakup seluruh alam semesta

Mu’tazilah Mutaakhkhirin (generasi belakangan) menambahkan ‘tauhid’ di atas dengan ‘tauhid Jahmiyyah’ sehingga pengertian tauhid nya menjadi:

1) Pengingkaran kepada qadar

2) Pengingkaran Asma-ul Husna (nama-nama Allah yang indah, dan Sifatul ‘Ulya(sifat-sifat Allah yang tinggi)

d. Tauhid Jabriyyah

Inti ajaran tauhid ini adalah:

1) Hanya Allah sajalah yang menciptakan dan berbuat

2) Para hamba (makhluk) pada hakikatnya bukanlah yang berbuat bukan pula memunculkan perbuatan, bukan pula yang memiliki kemampuan untuk berbuat.

3) Perbuatan para hamba yang bersifat ikhtiyari (atas kehendak mereka) tidak lebih hanyalah seperti gerakan pohon saat ditip angin.

4) Allah tidak melakukan perbuatan karena adanya hikmah dan ghayah (tujuan) yang diiginkan.

5) Pada makhluk tidak terdapat kekuatan, watak, dan sebab, akan tetapi semuanya tidak berjalan kecuali karena adanya kehendak Allah.

e. Tauhid Nasrani

Mereka mengklaim bahwa agama mereka agama tauhid dan bahwasanya mereka tidak keluar dari lingkaran ‘tauhid’ meskipun meyakini dan berkata Allah swt adalah trinitas, terdiri dari Bapak, anak, dan Ruhul Qudus. Mereka satu keluarga atau satu perseroan suci, terdiri dari ‘tuhan bapak’, ‘tuhan anak’, dan oknum ketiga adalah ruh qudus.

Bagian 2

Tauhid yang Diperintahkan Islam

1. Tauhid Rububiyah adalah keyakinan bahwa Allah swt adalah Rabb seluruh langit dan bumi, pencipta siapa dan apa saja yang ada di dalamnya, pemilik segala perintah dan urusan di alam semesta dan tidak ada sekutu bagi-Nya.

2. Tauhid Uluhiyah adalah mengesakan Allah dalam beribadah dan taat secara mutlak.

Bagian 3

Ibadah

Ibadah yaitu puncak keundukan dibarengi dengan puncak cinta.

Bentuk dan macam-macam ibadah

1. Doa adalah mengharapkan diri kepada Allah untuk memohon sesuatu yang bermanfaat, agar terhindar dari bencana, atau Dia menghilangkan bala’, dan agar diberi kemenangan atas musuh dan semacamnya.

2. Menegakkan syariat Islam, seperti shalat, puasa, shadaqoh, haji, nadzar, menyembelih, dll. Syiar-syiar initidak boleh ditujukan kecuali kepada Allah.

3. Tunduk dan patuh terhadap syariat Allah swt. Hal ini merupakan ibadah kepada Allah karena ketundukan dan kepatuhan kepada segala sesuatu yang telah disyariatkan Allah termasuk ibadah.

Bagian 4

Urgensi Tauhid Uluhiyah

1. Lailaha illa-llah, ‘unwan (lambang) tauhid uluhiyah

2. Tugas pertama para rasul

3. Syiar islam

4. Hak Allah swt atas hamba-Nya

5. Risalah dalam kehidupan muslim

6. Risalah umat islam kepada umat Islam

Bagian 5

Bagaimana merealisasikan tauhid?

1. Memurnikan ibadah kepada Allah swt semata

a. Tidak mencari Tuhan lain

b. Tidak menjadikan selain Allah swt sebagai wali

c. Tidak mencari hakam selain Allah swt

2. Kufur dengan thaghut

Kufur dengan segala macam taghut dan berlepas diri dari orang-orang yang menyembah atau memberikan loyalitas kepada taghut itu. Taghut secara bahasa berasal dari kata thug-yan artinya melampaui batas.

3. Menghindari kemusyrikan dan berhati-hati darinya

Bagian 6

Syirik

Syirik adalah menjadikan segala sesuatu sebagai sekutu Allah dalam hal-hal yang merupakan hak murni Allah seperti menjadikan tuhan atau beberapa tuhan selain Allah yang disembah, ditaati, dimintai pertolongan, dicintai atau lainnya. Syirik adalah dosa yang tidak terampuni.

Macam-macam syirik

1. Syirik akbar

a. Syirik akbar Zhairun Jaliyyun (yang jelas dan terang), misalnya menyembahtuhan selain Allah yaitu benda angkasa, benda langit, binatang, manusia, dan makhluk gaib (jin, syetan, malaikat).

b. Syirik akbar Khafiyyun ( tersamar), misalnya berdoa kepada orang mati, menjadikan selain Allah sebagai pemilik hak membuat syariat (hak legislatif)

2. Bentuk-bentuk syirik kecil

a. Bersumpah dengan selain Allah

b. Memakai gelang atau kalung dan benang

c. Mengalungkan Tamimah (jimat) yaitu untaian batu atau semacamnya yang oleh orang Arab terdahulu dikalungkan pada leher khususnya pada anak-anak dengan dugaan ia bisa mengusir jin, atau menjadi benteng dan semacamnya.

d. Ruqyah (mantera atau jampi) yaitu kalimat-kalimat gumaman tertentu yang biasa dilakukan masyarakat jahiliyyah dengan keyakinan bisa menangkal bahaya ddengan meminta bantuan jin atau menyebut nama-nama asing dan kata-kata yang tidak dapat dipahami.

e. Sihir yaitu semacam cara pengelabuhan dan penipuan, diantaranya menggunakan azimat, mantersa, simpul-simpul tali dan tiupan-tiupan mulut.

f. Tanjim (ramalan perbintangan) memasuki sihir

g. Tilawah: sihir dan sihir, misalnya menuliskan huruf dan kalimat tertentu atau mengalungkan sesuatu dan semacamnya dengan klaim menjadikan menjadikan wanita (istri) mencintai laki-laki (suami) dalam istilah di kenal dengan sebuta pelet.

h. Perdukunan dan ramalan

i. Bernadzar untuk selain Allah

j. Menyembelih untuk selain Allah

k. Thiyarah yaitu berperasaan sial karena melihat dan mendengar atau bertemu sesuatu.

Bagian 7

Islam menutup pintu-pintu kemusyrikan

Pintu-pintu tersebut, diantaranya:

1. Ghuluw (berlebihan) dalam mengagungkan nabi saw

2. Ghuluw (berlebihan) terhadap orang-orang shaleh

3. Mengagungkan kuburan

a. Menjadikan kuburan sebagai masjid

b. Shalat menghadap kuburan

c. Memberi penerangan dan lampu di kuburan

d. Membangun dan mengecat kuburan

e. Menulis kuburan

f. Meninggikan kuburan

g. Menjadikan kuburan sebagai perayaan

Hikmah peringatan ini

Hikmah dari larangan Islam untuk mengagungkan kuburan adalah karena ia merupakan jalan (dzari’ah) menuju syirik kecil dan besar, sebagaimana yang kita lihat pada kaum nabi Nuh as dan terlihat sampai kini. Sebab ghuluw terhadap kuburan orang-orang saleh menjadikannya sebagai berhala yang disembah.

4. Meminta berkah kepada pepohonan bebatuan dan semacamnya

5. Kata-kata yang mengesankan syirik

Termasuk hal-hal yang diperingatkan Nabi Muhammad saw adalah kata-kata yang mengesankan syirik dan su’ul adab (kurang ajar) terhadap Allah. Peringatan ini dalam rangka menjaga tauhid.

Bagian 8

Dampak tauhid dan syirik dalam kehidupan

a. Dampak tauhid dalam kehidupan

1. Kemerdekaan manusia

2. Pembentukan pribadi yang harmonis

3. Sumber rasa aman

4. Sumber kekuatan jiwa

5. Landasan persaudaraan dan persamaan

b. Dampak dan bahaya syirik

1. Penghinaan martabat manusia

2. Sarang khufarat

Syirik merupakan sarang khufarat dan kebatilan, sebab orang yang mempercayai adanya sumber pengaruh lain pada alam semesta, selain Allah berupa benda-benda angkasa, jin, memedi, ruh (gentayangan) dsb akalnya menjadi siap utuk menerima segala khufarat dan membenarkan segala kebohongan.

3. Kezhaliman besar

Syirik merupakan kezhaliman besar terhadap hakikat kebenaran, jiwa, dan pihak lain.

4. Sumber segala kekuatan

Syirik sebagai sumber segala kecemasan dan ilusi sedangkan tauhid adalah sumber rasa aman dan ketenangan.

5. Menelantarkan sisi positif manusia

Syirik mengurangi kemandirian sebab ia mengajarkan kepada para perantara dan pemberi syafa’at (koneksi) sehingga terjerumus kepada dosa-dosa besar yang menghancurkan dan dosa-dosa kecil yang mngotori dengan berkeyakinan bahwa tuhan-tuhan palsu itu akan member syafa’at kepada mereka.

6. Dampak syirik di akhirat

Dampak di akhirat adalah sebagai dosa yang tidak terampuni sama sekali.


Semoga bermanfaat!

1 komentar:

Silahkan Anda dapat berkomentar.